Kemegahan Dan keunikan Masjid Agung Karanganyar Jawa Tengah

Masjid Agung Karanganyar didesain dengan megah layaknya masjid agung di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Megahnya desain membuat masjid tersebut tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tapi juga berpotensi menjadi wisata.

Kemegahan Dan keunikan Masjid Agung Karanganyar Jawa Tengah

Potensi wisata tersebut diungkapkan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, ketika berbincang dengan Solopos.com di rumah dinasnya Selasa (3/3/2020). Dia mengatakan Masjid Agung Karanganyar setelah selesai dirombak total akan memiliki fungsi yang beragam.

Megah dan Multifungsi

Masjid tentu fungsinya akan digunakan sebagai tempat ibadah utamanya. Tapi nanti ada fungsi lainnya juga karena kan ada ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan. Menara juga nanti bisa dimaksimalkan untuk wisata juga. Karena saya rasa banyak yang akan tertarik untuk mencoba melihat pemandangan dari menara tersebut, terang dia.

Menurut Juliyatmono, potensi wisata di Masjid Agung ini sangat besar lantaran segmentasi peminat yang jelas.

Dia mencontohkan Taj Mahal di India yang merupakan masjid megah bisa terkenal di ranah dunia karena keindahan bangunan dan sejarah.

Kalau nanti sudah jadi orang-orang bisa berbondong-bonding melihat masjidnya. Wisata religi kan banyak yang berkunjung dari masjid ke masjid, dari wali ke wali. Taj Mahal itu juga masjid kan juga jadi wisata. Nanti ada gedung teater di belakang dan di belakangnya juga akan ada ruang publik untuk anak-anak desain saya itu, imbuh dia.

Ruang Publik

Ruang publik anak yang diimpikan oleh Juli panggilan akrab Bupati Karanganyar ini dengan membangun sangkar burung raksasa di belakang masjid yang diisi oleh berbagai jenis burung.

Sehingga, nantinya anak-anak bisa menikmati wisata religi dan keindahan burung. Dia juga menyatakan wisata seperti ruang publik anak di Masjid Agung ini tidak akan dipungut biaya.

Saya itu sudah mendesain nanti ada sangkar burung besar sekali buat anak-anak melihat burung dan gratis itu. Potensi wisatanya besar nanti, kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berencana membangun Masjid Agung Kabupaten Karanganyar menggunakan sistem anggaran dana kontrak tahun jamak atau multiyears contract.

Pemkab mengalokasikan Rp101 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan selama tiga tahun mulai 2019 hingga 2021.

Tahun 2019 dimulai dari belanja jasa konsultan perencana dan manajemen konstruksi untuk pembuatan dokumen perencanaan. Fokus tahun 2020 hingga 2021 adalah pembangunan infrastruktur.

‘’Setelah selesai penghapusan akan dilanjutkan dengan proses lelang pembangunan fisik Masjid Agung yang semuanya menelan anggaran sekitar Rp 101 miliar selama tiga tahun ini. Lelang diperkirakan paling cepat satu bulan untuk mendapatkan pemenang,’’ kata Asihno yang juga Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar, Rabu.

Karena itu pembangunan fisik masjid baru diprediksi dilaksanakan paling cepat pertengahan April atau akhir bulan April. Sebab menunggu proses lelang selesai dan pembuatan berkas kerjasama yang dipastikan butuh waktu.

Apakah selesai jika waktu tiga tahun pembangunan sudah habis untuk lelang manajemen konstruksi, penghapusan aset, yang memakan waktu hampir satu setengah tahun sendiri? Asihno mengatakan karena prosedurnya memang demikian dan perencanaannya sudah diperhitungkan.

‘’Doakan semoga tidak ada kendala dalam proses lelang sehingga pemenangnya bisa segera diperhitungkan untuk segera memulai pelaksanaan dan segera dibangun. Mengingat pembangunan masjid ini adalah bernilai akhirat sehingga semuanya harus serba benar,’’ kata dia.

Memang dalam perencanaan satu tahun pertama adalah merampungkan lelang manajemen konstruksi, sedangkan proses pembangunan fisik dalam dua tahun selesai. Itu jika lancar semua. Dan sampai sekarang masih on the track jadi akhir tahun 2021 mudah-mudahan masjid sudah berdiri tegak dan siap dipakai lagi untuk menjadi kebanggaan Karanganyar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *