Masjid Bernilai Artistik Tinggi di Jawa Barat

Masjid adalah bangunan yang digunakan untuk mengadakan layanan bagi umat Islam. Biasanya, ciri khas sebuah masjid adalah memiliki menara atau kubah yang muncul untuk memperingati kesatuan Allah.

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan kesungguhan umat Islam dalam beribadah, beberapa masjid menciptakan desain yang eksotis dan unik yang meningkatkan pesona mereka sendiri.

Masjid Bernilai Artistik Tinggi di Jawa Barat

Seperti 7 masjid di Jawa Barat dan sekitarnya, yang memiliki desain unik dan megah. Masjid ini dapat digunakan sebagai simbol kebanggaan di wilayah mana pun di mana ada masjid yang keindahannya luar biasa.

Masjid Agung Al Azhar, Bekasi

Masjid Al Azhar adalah salah satu dari 7 masjid dengan arsitektur yang luar biasa. Bekasi, masjid di daerah Summarecon, dikatakan memiliki desain yang unik. Masjid Al-Azhar memiliki desain berbentuk kubus dan mirip dengan Ka’bah.

Selain itu, Masjid Agung Al Azhar Summarecon tidak memiliki jendela, tetapi banyak lubang ventilasi dan kolam air. Ketika Anda berjalan masuk dan melihat ke depan (dengan pandangan kiblat), jelas bahwa ruang terbuka melihat langsung pada pemandangan di luar masjid, sehingga dapat mendinginkan siapa saja yang memegang layanan di masjid.

Masjid Al Azhar Summarecon juga dirancang oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan memiliki kapasitas 1.500 orang percaya.

Masjid Al Irsyad Padalarang

Masjid Al Irsyad adalah masjid besar di Jl Raya Parahyangan km 2.7, Desa Cipeundeuy, Padalarang, Jawa Barat. Masjid yang selesai dibangun pada 2010 ini memiliki arsitektur yang unik dan berbeda dengan masjid lainnya. Desainnya persegi dan memiliki motif monoteistik dengan dua kalimat, Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah, yang berarti bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Tuhan. Masjid ini memiliki nilai simbolis yang kuat.

Secara keseluruhan, masjid ini memiliki luas sekitar 1.871 meter persegi dan hanya tiga warna dasar, yaitu putih, hitam dan abu-abu. Susunan tiga warna membuat masjid Al Irsyad terlihat hidup, modern, sederhana namun memiliki nilai artistik yang besar, sehingga menyenangkan bagi mata.

Di dalam masjid ada 99 lampu, yang merupakan simbol dari 99 nama Allah atau Asmaul Husna, dan 99 nama ada di setiap lampu ini. Tulisan pada lampu dapat dilihat dengan jelas dari depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 di sisi kiri belakang masjid.

Ruang sholat di masjid Al-Irsyad menawarkan ruang bagi sekitar 1.500 orang percaya. Masjid ini juga tidak memiliki pilar atau pilar di tengah sebagai penopang atap, oleh karena itu rasanya begitu lebar. Hanya empat sisi tembok, yang berfungsi sebagai pembatas, dan atap penopang.

Lansekap dan ruang terbuka, sengaja dirancang melingkar di sekitar bangunan masjid. Lingkaran di sekitar masjid terinspirasi oleh konsep tawaf yang mengelilingi Ka’bah. Masjid Al Irsyad Padalarang juga dirancang oleh Ridwan Kamil.

Masjid Al Safar di Cipularang

Masjid Al Safar adalah masjid Ridwan Kamil, yang dibangun di area istirahat KM 88 Cipularang. Masjid ini menerima nominasi arsitektur terbaik untuk Penghargaan Abdullatif Al Fozan 2019 dari Arab Saudi.

Ridwan Kamil, yang merancang Masjid Al-Safar bersama Urbane Indonesia dan mengungkapkan bahwa bentuk sebenarnya Masjid Al-Safar adalah trapesium. Bentuk ini menunjukkan estetika arsitektur Islam, yang kuat di bidang geometri dan terinspirasi oleh alam.

Dari segi desain, bentuk trapesium terlihat rumit, tetapi memiliki sisi arsitektur yang bagus. Selain itu, kamar imam memiliki bentuk segitiga yang indah, yang dihiasi dengan lampu tipis yang bercahaya putih dan kuning.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *